jump to navigation

Kesalahan Dalam Foto Wedding September 12, 2009

Posted by sayurbayam in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

1. Tak jeli memilih fotografer

Sebelum memutuskan siapa fotografer yang beruntung mengabadikan mempelai cantik seperti Anda, manfaatkan waktu sebaik-baiknya mengamati portfolio mereka. Jika fotografer tanpa pengalaman dan keahlian yang baik yang Anda pilih untuk menghemat dana, bersiap-siaplah menanggung risikonya.

2. Kurang kesempatan untuk bertukar pikiran

Anda pasti tahu, segala sesuatu yang direncanakan dengan baik tentu akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik juga. Jangan ragu mengungkapkan apa pun yang Anda harapkan dari dia. Jika Anda punya permintaan yang lebih spesifik, ide-ide lain untuk diwujudkan, atau hal-hal apa yang justru jangan sampai masuk ke dalam foto gambar pernikahan Anda, ungkapkan saja.

3. Tak ada photo “wish list”

Pernah punya mimpi berfoto romantis dia atas bukit, di tengah ladang/persawahan atau bahkan di tempat fantasia bulan madu? Atau di tengah hiruk pikuk lalu lintas kota besar? Tunjukkan gambar-gambar yang ada di majalah, foto-foto lama, atau gambar visual lain yang bisa membantu si fotografer untuk menangkap dan menerjemahkan harapan Anda.

4. Hanya mengabadikan pose atau acara tertentu

Setiap album foto perkawinan pasti memiliki foto-foto dengan pose formal atau acara-acara resmi dari sebuah pesta pernikahan. Miliki foto-foto saat Anda dan si dia melakukan aktivitas santai seperti berdansa, ngobrol dengan tamu-tamu undangan.

5. Waktu yang kurang tepat

Matahari bersinar cerah, angkasa biru memukau mata. Anda mungkin berpikir ini saat yang tepat untuk berfoto. Tolong dipikir lagi. Matahari yang bersinar terik menciptakan bayangan yang keras dan tajam pada wajah. Dan ini, akan menghasilkan foto yang buruk. Bersabarlah hingga matahari sore muncul.

6. Tampil berkeringat dan berminyak di foto

Siapa pun tahu, berdiri berdampingan cukup lama dengan mengenakan busana pengantin akan meningkatkan temperatur badan. Tapi jangan sampai kulit wajah berminyak plus keringat (terutama di area ketiak) memorakporandakan penampilan istimewa Anda.

7. Banyak rencana, sedikit waktu

Butuh banyak waktu untuk mengabadikan foto seluruh anggota keluarga, tiba di beberapa lokasi foto berbeda dan mendapatkan foto-foto terbaik Anda dan pasangan. Atur agar foto-foto keluarga didahulukan. Mulai dengan anak-anak kecil dan orang-orang tua. Berikutnya, berfoto dengan para keluarga dan teman. Terakhir (saat para tamu sudah mulai lebih berkonstrasi pada menu catering makanan di meja), sediakan waktu untuk Anda dan suami tercinta berfoto berdua.

8. Salah posisi, salah pose

Setelah beberapa foto, mungkin para tamu, Anda dan si dia mulai mati gaya . Pada momen-momen berbahaya seperti inilah penting bahwa fotografer bisa menjaga suasana agar tetap hidup.

9. Kehilangan momen-momen kecil nan spesial

Ada beberapa prosesi dalam sebuah pesta pernikahan seperti ciuman pertama si pengantin, dansa pertama antara si mempelai perempuan dengan ayahnya, pemotongan kue, dan pelemparan buket bunga.

10. Berhenti memotret justru di jam yang tepat

Banyak pasangan pengantin memutuskan bahwa pukul 21.00 adalah saat yang pas untuk mengakhiri acara. Terkadang justru di jam-jam setelah pukul 21.00, momen-momen istimewa muncul tak terduga.

http://wedding.dagdigdug.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Gaya Foto Pernikahan September 12, 2009

Posted by sayurbayam in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

Bila fotografer Anda bukan spesialis foto nikah, daftar yang Anda buat ini akan sangat membantunya.

Anda bisa memilih beberapa dari sekitar 60 momen ini, baik untuk foto still maupun foto candid. Anda bisa menyerahkan pemotretan kepada jasa fotografi misalnya
photograpy Jakarta.


Persiapan

Pengantin wanita saat menjalani rias wajah dan rambut.
Gaun pengantin atau jas yang digantung di hanger, dihamparkan di ranjang, atau menjuntai di sandaran kursi.

Still life shots dari sepatu, perhiasan, dasi, dan pernik lainnya.

Detail foto dari buket bunga pengantin wanita dan pengirinya.

Foto candid saat pengiring pengantin mengenakan pakaiannya.

Ibu membantu mengancingkan gaun atau kebaya pengantin.

Ibu membantu merapikan pakaian pengantin, seperti veil gaun pengantin atau lipatan kain
kebaya.

Foto seluruh badan dari pengantin yang sudah mengenakan gaun atau kebayanya sambil berkaca di cermin.

Ayah menatap pengantin putri dalam gaun atau kebayanya.

Pengantin putri bersama orangtua dan saudara-saudaranya.

Pengantin putri bersama para pengiringnya.

Pengantin pria bersiap bersama ayah dan pengiringnya.

Foto close-up dari cincin kawin.

Pengantin pria bersama orangtua dan saudara-saudaranya.

Pengantin pria bersama para pengiringnya.

Pengantin pria merapikan dasi atau kancing jas atau beskapnya.

Kedua pengantin secara terpisah berangkat menuju lokasi pemberkatan atau akad.


Upacara perkawinan

Bagian interior atau eksterior dari lokasi upacara sebelum tamu tiba.

Kedua pengantin menunggu untuk memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.

Ekspresi kedua pengantin secara close-up saat memasuki lokasi pemberkatan/akad nikah.

Kedua orangtua pengantin berjalan memasuki tempat upacara.

Orangtua dan keluarga pengantin menempati tempat duduk masing-masing.

Kedua pengantin duduk di tempat yang sudah disediakan.

Ekspresi kedua orangtua pengantin saat upacara berlangsung.

Wide shot dari altar atau mesjid, dari sudut pandang tamu.

Wide shot tamu, dari sudut pandang pasangan pengantin.

Momen khusus seperti saat pengantin pria mengucapkan ijab kabul.

Close-up dari pengantin pria dan wanita saat mengucapkan janji perkawinan.

Close-up tangan pengantin pria dan wanita saat bertukar cincin.


Sungkem, cium, dan peluk

Kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua untuk meminta restu.

Kedua pengantin saling mencium pipi.

Ekspresi close-up dari kedua pengantin setelah sah menjadi suami-istri.

Kedua pengantin berpelukan dengan keluarga dan teman-teman.

Kedua pengantin berjalan keluar dari tempat upacara.


Sebelum resepsi

Pengantin pria dan wanita berdiri bersama.

Pengantin wanita dengan orangtua.

Pengantin wanita dengan saudara-saudaranya.

Pengantin wanita dengan seluruh keluarga.

Pengantin pria dengan orangtua.

Pengantin pria dengan saudara-saudaranya.

Pengantin pria dengan seluruh keluarga.

Kedua pengantin dengan orangtua pengantin wanita.

Kedua pengantin dengan orangtua pengantin pria.

Kedua pengantin dengan kedua orangtua pengantin.

Kedua pengantin dengan seluruh anggota keluarga.

Kedua pengantin dengan para pengiring pengantin.

Kedua pengantin dengan seluruh panitia.


Resepsi

Bagian eksterior maupun interior dari tempat
event party.

Still-life shots dari bunga, menu, dekorasi, table setting, kue pengantin, tumpeng, atau gelas
Champagne (bila ada).

Tamu-tamu tiba, dan menandatangani buku tamu.

Kedua pengantin tiba.

Ekspresi para temu menyaksikan kehadiran kedua pengantin.

Kedua pengantin menyesap Champagne.

Kedua pengantin saling bertegur sapa dengan tamu.

Kedua pengantin saling berdansa (bila ada).

Kedua pengantin menerima salam dari para tamu.

Ekspresi close-up dari kedua pengantin saat menyambut tamu.

Shot dari MC atau pengisi acara tengah tampil.

Kedua pengantin memotong kue pengantin atau tumpeng.

Bouquet toss (lempar bunga).

Kedua pengantin keluar dari tempat resepsi.

Mobil pengantin, serta saat kedua pengantin memasuki mobil.

kompas.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Tips Usir Stres Prapernikahan July 25, 2009

Posted by sayurbayam in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

Rasa takut, stres, dan mendadak ragu kerap dialami perempuan menjelang pernikahan/wedding. Coba lakukan langkah-langkah ini untuk membuat hari-hari penantian Anda menjadi lebih nyaman.

Buat daftar
Tuliskan semua tekanan yang mengimpit dan ketakutan-ketakutan yang Anda hadapi menjelang hari-H wedding. Di samping daftar itu, tuliskan alasan dari ketakutan Anda. Jika Anda merasa tidak bisa mengatasinya sendiri, mintalah saran dari keluarga atau teman dekat. Atau diskusikan ketakutan dan kehawatiran Anda kepada pasangan sehingga Anda tidak merasa sendirian dan selalu ada yang siap membantu Anda.

Rileks
Ketegangan Anda sudah cukup tinggi. Emosi mulai tak terkendali. Anda jadi mudah tersinggung. Kesalahan kecil bisa memicu kemarahan. Cobalah rileks misalnya melakukan meditasi sambil mendengarkan musik bernuansa alam, seperti kicauan burung dan desiran ombak. Bayangkan Anda berada di suatu tempat yang pernah Anda kunjungi dan bangkitkan rasa senang Anda pada tempat itu.

Siapkan mental
Butuh keberanian yang cukup besar untuk memulai kehidupan bersama dengan orang lain. Maka itu, persiapan mental perlu dilakukan Anda berdua. Caranya, dengan bersikap jujur dan terbuka. Ungkapkan kelemahan dan kelebihan masing-masing. Jika ada sesuatu yang masih mengganjal dalam hibungan Anda dan si dia, segera selesaikan. Belajarlah untuk menghargai kebersamaan dan “keberduaan”. Percayalah, semakin mengenal pasangan, Anda akan makin yakin menjalani hidup baru bersamanya.

Saling menghargai
Tingkatkan toleransi dan tekanlah ego Anda. Jangna membesar-besarkan masalah. Hargai pendapat orang lain (termasuk pendapat keluarga masing-masing). Banyak pasangan yang menjelang pranikah berselisih paham, hanya karena perbedaan pendapat tentang penyelenggaraan pernikahan yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ingat, bukan cara penyelenggaraan event wedding yang penting, melainkan pernikahan itu sendiri.

Komunikasi tanpa putus
Anda dan dia sebaiknya menjadi tim yang kompak di depan keluarga Anda berdua. Kadang yang bikin perempuan stres adalah sikap pasangan yang seakan tidak peduli. Makanya, ajak pasangan terlibat dalam persiapan pernikahan (wedding planner). Sering-seringlah berdiskusi soal wedding planner atau persiapan pernikahan. Beri dia tanggung jawab sehingga dia merasa dibutuhkan.

Agenda harian
Tuliskan di agenda Anda apa saja yang telah dikerjakan pada hari itu pada saat menjelang tidur. Buatlah rencana apa yang akan dikerjakan keesokan harinya. Dengan menulis seperti ini, Anda dapat mengevaluasi kegiatan Anda. Hal ini membuat Anda lebih tenang karena telah melakukan banyak hal dalam persiapan management wedding hari-H.

Libatkan keluarga
Agar Anda tidak stres sendiri, mintalah bantuan keluarga. Bentuklah kepanitiaan. Berikan tanggung jawab cukup besar pada orang kepercayaan Anda untuk mengurus persiapan pernikahan. Atau, kalau tidak mau repot, manfaatkan saja jasa wedding organizer, management wedding, dsb.

Manjakan diri
Persiapkan tubuh Anda untuk memasuki dunia pernikahan. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang sehat agar tubuh Anda fit di hari-H. Manjakan diri Anda. Biasanya, stres langsung hilang begitu Anda mendapat partner yang tepat untuk bergembira.

Enjoy saja
Jadikan pengalaman menjadi pengantin yang sekali seumur hidup itu seperti menghadapi kejutan bahagia yang tak terduga. Jangan menjadikan hari pernikahan seperti menghadapi ujian atau pun saat-saat yang terasa mengerikan hanya karena cemas akan prosesi event wedding akan berjalan atau tidak, dan kehidupan setelah pernikahan. Nikmati saja setiap momen penting yang terjadi dalam hidup Anda. Dan pada hari-H, tersenyumlah dan jangan memikirkan kekurangan yang Anda lihat. Bergembiralah karena hari itu adalah hari paling penting dalam hidup Anda.

www.kompas.com


Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Momen Album Foto Pernikahan July 4, 2009

Posted by sayurbayam in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

Mengabadikan saat-saat penuh bahagia di hari pernikahan pastilah menjadi bagian tak terpisah dari rangkaian acara di hari istimewa Anda. Setiap momen penuh arti diabadikan dalam bentuk video maupun foto. Jika Anda memutuskanuntuk menggunakan jasa photography sebagai salah satu media mengabadikan kebahagian,

Berikut adalah tips yang mudah-mudahan bisa menjadi pengetahuan tambahan mengenai fotografi bagi Anda.

1. Paket dengan harga mahal bukan jaminan bahwa Anda akan mendapat kualitas baik.

Kualitas karya photography tidak melulu dikaitkan dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan, kok. Jika Anda bijak memilih, syukur-syukur kalau Anda juga mengetahui setidaknya sedikit hal dasar mengenai photography service Anda akan lebih jeli mencari studio atau fotografer yang tidak membuat budget pernikahan Anda di luar batas.

2. Paket yang murah.
Anda jangan langsung memilih produk dengan harga sangat murah dan di bawah rata-rata tanpa mempedulikan kualitas
art photography service. Adalah benar bahwa yang mahal belum tentu menawarkan kualitas terbaik, namun jangan jadi langsung asal pilih yang paling murah. Perhatikan betul kualitas photography service jika harga yang ditawarkan ternyata di bawah rata-rata.

3. Foto Studio.
Jika Anda memilih untuk berfoto di studio foto yang memiliki lebih dari satu fotografer, pastikan Anda mengetahui benar hasil karyanya. Anda dapat memilih dan menentukan fotografer mana yang ingin Anda ajak bekerja sama. Sebelum hari pemotretan tiba, sempatkan bertemu dulu dengan sang fotografer.
Art photography Anda selain akan menjadi bagian dari dokumentasi juga akan menjadi karya seni, karenanya chemistry dan kesepahaman antara Anda, pasangan, dan sang fotografer harus dibangun dulu sebelum pemotretan dilakukan. Ini juga berguna untuk mengetahui gaya yang sesuai untuk Anda dan pasangan.

4. Hitam & Putih.
Jika photography wedding hitam putih menjadi pilihan Anda, tips berikut ini perlu Anda simak. Pastikan bahwa sang fotografer akan menangani langsung foto Anda tersebut. Hampir tak mungkin mendapatkan hasil cetak foto hitam putih yang berkualitas kecuali sang fotografer menanganinya sendiri. Dengan teknologi digital yang sekarang banyak diterapkan dalam dunia fotografi, pastikan juga bahwa Anda menyetujui rentang warna pada foto Anda. Detail pada area yang paling ingin ditonjolkan, dan shadow pada latar belakang sangat perlu diperhatikan dengan detail sebelum Anda menyetujui untuk mencetak foto tersebut.

www.lombokphotography.com


Temukan informasi lainnya mengenai
Photography ServiceArt Photography - Photography WeddingArt Photography ServicePhotography hanya di 88db.com

Theme untuk Photo PreWedding May 2, 2009

Posted by sayurbayam in Pernikahan.
Tags: , , , , , , , , ,
1 comment so far

Foto-foto pra-pernikahan (pre-wedding) kini semakin banyak digemari oleh pasangan-pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Foto-foto pre-wedding umumnya dibuat sebagai sebuah karya seni yang akan meninggalkan kesan indah, unik, dan bercitarasa pribadi.

Selain dikemas dalam bentuk album yang kelak layak dijadikan pajangan yang enak dipajang dan dibuka-buka di meja tamu (coffee table), beberapa foto pre-wedding juga dicetak besar untuk dipajang di area resepsi pernikahan.

Sebagai karya seni yang diharapkan indah dan bercitarasa pribadi, pengambilan foto-foto prewedding memerlukan perencanaan yang cermat agar kelak hasil karya foto tersebut layak pajang baik di acara resepsi maupun di meja tamu.

Berikut ini beberapa tips ringan sebelum menjalani sesi foto pre-wedding.

1. Tentukan Konsep Album Foto
Maksudnya adalah mau dijadikan bentuk seperti apa album yang kita inginkan. Contoh-contoh konsep untuk sebuah album foto di antaranya :

Sekadar kumpulan foto indah dengan lokasi indah (seperti album foto konvensional)
konsep sebuah ceritera sebagaimana skenario film atau sinetron konsep kalender yang dapat menggambarkan perubahan suasana dari musim ke musim konsep komik dengan word balloons berisi kalimat-kalimat lucu konsep majalah di mana ada halaman muka, pengantar redaksi, halaman isi, berbagai halaman rubrik dan konsep-konsep lain sesuai imajinasi pasangan pre-wedding. Dengan menentukan album foto, desain album, foto album, photo albums, desain album foto, albums photo, album photo, albums foto, foto albums, photo album, desain albums, albums desain, album desain akan memberikan gambaran bagaimana foto selanjutnya.

2. Tentukan Tema Foto
Tema mengacu kepada nuansa (suasana dan setting) yang ingin dimunculkan dari karya foto. Beberapa contoh tema misalnya: etnik (Javanese, Minang, Chinese, Arabic, Sundanese), kolonial, masa remaja, oriental, horror, wild western (seperti film-film koboi), casual, office environment, futuristik, luar angkasa, gurun pasir, hutan Amazon, dan sebagainya sesuai imajinasi pasangan pre-wedding.

3. Pilih Kostum dan Lokasi
Pemilihan tema di atas sangat penting karena akan menentukan langkah selanjutnya yakni pemilihan kostum dan lokasi pemotretan. Banyak lokasi di Indonesia tersedia untuk mendukung berbagai tema yang diinginkan. Banyak tempat di kota-kota besar juga menyediakan jasa penyewaan kostum untuk berbagai tema tersebut. Jika bingung dengan tema dan daya imajinasi sedang mentok, tema casual yang ringan bisa dijadikan pilihan terakhir

4. Pilih Fotografer yang Tepat
Ketiga tips di atas merupakan langkah awal yang sebaiknya dilakukan pasangan pre-wedding. Langkah selanjutnya adalah memilih fotografer yang cocok untuk keperluan sesuai tema. Jika tema yang dipilih menuntut banyak pemotretan di studio dengan menggunakan berbagai efek pencahayaan buatan, maka fotografer dengan spesialis outdoor kurang dapat memberikan pelayanan yang memuaskan. Sebaliknya, jika sesi pemotretan akan banyak dilakukan di luar ruangan dengan kondisi alam yang mendekati ekstrim (misal sangat panas, sangat dingin, sangat basah, dll), maka pilihlah fotografer yang memang tangguh dan handal untuk kondisi-kondisi semacam itu. Fotografer yang profesional akan membuat album foto, photo albums, album photo, photo album Anda akan menjadi kenangan. Demikianlah sekadar tips agar karya foto pre-wedding memiliki nilai lebih.

www.arthazone.com


Temukan informasi lainnya mengenai
Album FotoAlbum Foto PernikahanDesain AlbumFoto AlbumPhoto AlbumsDesain Album FotoAlbums PhotoAlbum Photo - Albums FotoFoto AlbumsPhoto AlbumDesain AlbumsAlbums DesainAlbum Desain hanya di Album Foto Kulit: Album Foto Pernikahan-Desain Album Foto & Albums Photo Bandung pada 88db.com